Bupati Bandung Masih Meninjau Implementasi PSBB

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser bersama Satgas Percepatan Penanganan Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19) Kabupaten Bandung, masih menilai perlu tidaknya Social Limitation Skala Besar (PSBB) atau tidak. di daerahnya.


| BANDUNG – "Beberapa negara telah melakukan penguncian, di Jakarta mereka juga telah menerapkan PSBB. Kami saat ini sedang memeriksa apakah karantina khusus perlu dilakukan di Bandung, sehingga penduduk tidak akan berkeliaran, berkumpul atau masuk dan keluar dari daerah kami," kata Bupati Dadang Naser di sela-sela kegiatan pendistribusian topeng gratis di Pasar Soreang, Jumat (10/4/2020).

Ini juga di tengah-tengah mencegah kegiatan mudik, terutama sebelum bulan Ramadhan. Bahkan pemerintah pusat telah mengajukan banding dan larangan pulang.

"Apalagi menjelang Idul Fitri, banyak yang ingin pulang. Saya tekankan untuk tinggal di tempat masing-masing, sehingga tidak ada transisi atau penyebaran virus, terutama di wilayah Kabupaten Bandung," kata bupati.

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada sejumlah korban yang tercatat di Kabupaten Bandung. "Beberapa zona penyangga Kota Jakarta telah terkena. Kita sebagai kota penyangga Bandung, ada juga korban. Jadi tolong, sekali lagi, semua warga Kabupaten Bandung menjadi lebih waspada. Waspada menghindari orang banyak dan berbagai fasilitas umum, "katanya.

Dia juga meminta masyarakat untuk mendisiplinkan diri, dengan tinggal di rumah masing-masing. Jika situasinya mendesak dan harus meninggalkan rumah, ia meminta warga untuk disiplin menggunakan masker.

"Di Korea, Republik Ceko, dan Taiwan, tidak ada kuncian. Tetapi warga memiliki disiplin tinggi untuk bekerja dengan militer. Sehingga Corona lewat dengan cepat. Jika kita tidak disiplin, itu berbahaya. Penyakit ini akan tidak cepat pergi dari Bandung, terus berputar karena disebarkan oleh manusia, "katanya. ***

__Terbit pada
12 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *