Berita Baik: Iuran Kesehatan BPJS Turun dari 1 Mei 2020


Viralmedia.Fun – Kontribusi BPJS Kesehatan akan turun mulai besok, 1 Mei 2020. Penurunan ini dilakukan seiring dengan pembatalan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang peningkatan kontribusi BPJS Kesehatan oleh Mahkamah Agung.

Dengan penurunan biaya, mulai besok, peserta hanya akan membayar premi BPJS Kesehatan sesuai dengan tarif lama sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden 82 tahun 2018, yaitu Rp. 80.000 untuk kelas 1, Rp. 51.000 untuk kelas 2 dan Rp. 25.500 untuk kelas 3. Penurunan Ini berlaku untuk Pekerja Tidak Berupah (PBPU) dan Non-Pekerja (BP).

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma ruf menjelaskan, perhitungan pengenaan penyesuaian biaya sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung per 1 April 2020. Oleh karena itu, bagi peserta yang telah membayar April Kontribusi 2020 menurut Perpres 75/2019 sebesar Rp 160.000 untuk kelas 1, Rp 110.000 untuk kelas 2 dan Rp 42.000 untuk kelas 3 akan dikembalikan sisanya pada tagihan Mei 2020.

Dengan kata lain, tagihan pada bulan Mei akan dikurangi sesuai dengan sisa pengembalian April 2020. Padahal kontribusi yang telah dibayarkan pada Januari hingga Maret 2020 tidak akan digantikan oleh kelebihannya.

"Jadi untuk kontribusi Januari hingga Maret 2020 tidak ada pengembalian uang atau kompensasi pada bulan berikutnya. Namun, kelebihan kontribusi peserta JKN-KIS yang dibayarkan pada bulan April 2020 akan dikompensasikan untuk kontribusi bulan berikutnya," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).


Menurut Iqbal, BPJS Kesehatan telah melakukan penyesuaian pada sistem teknologi informasi (TI) serta perhitungan kelebihan kontribusi peserta. Iqbal berharap bahwa pada 1 Mei 2020, peserta akan menerima tagihan yang disesuaikan.

Ia mengatakan, pada prinsipnya BPJS Kesehatan menginginkan agar layanan kesehatan agar peserta Kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak terhambat. Terutama memperhatikan kondisi sosial ekonomi saat ini di tengah pandemi Covid-19.

"Dengan kembalinya kontribusi nominal segmen PBPU sesuai dengan Keputusan Mahkamah Agung per 1 Mei 2020, kami berharap dapat membantu dan tidak membebani masyarakat. Peserta dapat terus berkontribusi, mempertahankan status keanggotaan aktif mereka dengan teratur membayar kontribusi bulanan. Ini adalah bentuk kerja sama timbal balik, terutama ketika bangsa ini bersama-sama melawan Covid 19, "tambah Iqbal.

Iqbal menjelaskan, jika pada 1 Mei 2020 peserta mengalami masalah terkait status kepesertaan, tagihan dan membutuhkan informasi lain, mereka dapat menghubungi Pusat Perawatan Kesehatan BPJS 1500 400. Ia juga mengingatkan peserta untuk terus memprioritaskan asuransi kesehatan sebagai kebutuhan dasar terutama selama pandemi Covid-19. Risiko penyakit akan semakin memperlebar kemerosotan ekonomi jika tidak memiliki asuransi kesehatan.

Iqbal juga menekankan, penyesuaian biaya ini hanya berlaku untuk segmen peserta PBPU dan BP. Untuk segmen peserta lain seperti Penerima Bantuan Kontribusi (PBI) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) masih mengacu pada Perpres 75 tahun 2019.

Dia mengatakan, pemerintah sekarang telah menyiapkan rencana untuk penerbitan Peraturan Presiden yang substansinya termasuk mengatur keseimbangan dan keadilan tingkat kontribusi di antara segmen peserta, dampak pada keberlanjutan program dan pola pendanaan JKN, pembangunan yang sehat ekosistem asuransi kesehatan, termasuk peran pemerintah (pusat dan daerah).

"Rancangan Peraturan Presiden telah melalui proses harmonisasi dan kemudian akan dilanjutkan dengan inisial para menteri dan penandatanganan proposal kepada presiden," katanya. (Kumparacom / artikelasli)

__Terbit pada
30 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *