Berikut ini adalah 9 wilayah yang telah disetujui untuk menerapkan PSBB Rules Viralmedia.Fun

title=PSBB

Jakarta, Viralmedia.Fun – Pemerintah telah menerapkan kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut. Aplikasi PSBB telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (31/3/2020).

Dengan peraturan ini, banyak daerah sekarang telah menyerahkan diri untuk menerapkan PSBB. Mengingat virus korona telah menyebar ke 34 provinsi. Namun, tidak semua daerah bisa mendapatkan persetujuan dari pusat untuk menerapkan PSBB. Hanya daerah yang dianggap memiliki risiko penyebaran tinggi.

Karena, jika PSBB diimplementasikan di suatu daerah, maka implementasi PSBB mencakup beberapa hal, yaitu penghiburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan pembatasan kegiatan di fasilitas publik.

Namun, penghiburan dan pembatasan ini tidak termasuk untuk layanan tertentu, seperti melayani kebutuhan makanan, serta layanan kesehatan dan keuangan. Pembatasan juga dikecualikan untuk layanan kesehatan, pasar, toko, supermarket, dan fasilitas kesehatan.

Jadi di area mana CBR saat ini sedang dilaksanakan? Berikut ini adalah ringkasannya

DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa implementasi PSBB di Jakarta akan mulai berlaku pada hari Jumat (10/4/2020) hingga Kamis, 23 April 2020. PSBB akan berlaku selama 14 hari ke depan dan dapat ditampilkan sesuai kebutuhan.

"Terkait dengan masa berlaku. Ini berlaku mulai besok 10 April hingga 23 April 2020," kata Anies dalam konferensi pers di Balaikota, Kamis (4/4/2020).

Untuk melaksanakan PSBB, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Implementasi Pembatasan Sosial Skala Besar.

Pergub memiliki 28 artikel yang mengatur semua kegiatan di ibu kota, baik kegiatan ekonomi, kegiatan sosial, kegiatan budaya, kegiatan keagamaan, dan pendidikan

Bogor, Depok, dan Bekasi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, implementasi PSBB di lima daerah, yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi (Bodebek) akan dimulai pada 15 April.

Dia mengatakan itu setelah konferensi video dengan lima kepala daerah di Bodebek bersama dengan pasukan keamanan, Minggu (12/4/2020).

"Menteri Kesehatan mengirim surat persetujuan kemarin sore, yang menyatakan bahwa lima daerah di Provinsi Jawa Barat telah disetujui untuk menerapkan PSBB. Kami berkoordinasi dan menetapkan bahwa PSBB di lima daerah akan mulai pada Rabu pagi tanggal 15, April selama 14 hari, "dia berkata.

Menurut Emil, PSBB tidak jauh berbeda dengan daya tarik sosial yang menjauhkan dari pemerintah. Hanya saja aparat hukum diberi wewenang untuk menjatuhkan sanksi. Kebijakan lain juga akan diatur oleh bupati dan walikota.

"Perbedaan antara PSBB dan sebelumnya, sekarang aparat hukum diberikan wewenang sanksi dari walikota dan bupati, termasuk ojol, apakah kebijakan itu diizinkan atau tidak diserahkan kepada walikota bupati. Pabrik masih buka, saya sudah menginstruksikan mana yang bisa dan tidak boleh dibuka, "katanya.

Menurutnya, PSBB di tingkat kabupaten akan berbeda dengan kota. Emil mengatakan akan ada skema yang berbeda mengingat kabupaten ini memiliki banyak daerah pedesaan.

"Apa yang menarik tentang PSBB di lima wilayah, adalah sifat dari kabupaten ini. Kabupaten ini berbeda, mereka memiliki desa sehingga PSBB tidak dapat dilakukan seperti DKI Jakarta. Kabupaten Bogor dan Bekasi memutuskan bahwa PSBB akan dibagi menjadi dua. "Beberapa kabupaten di zona merah akan (PSBB) maksimal, sementara di zona lain akan menyesuaikan," katanya.

Tangerang Raya

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan keputusan untuk mendirikan PSBB di wilayah Tangerang Raya. Wilayah Tangerang Raya meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada hari Minggu 12 April 2020, memuat kewajiban daerah Tangerang Raya untuk menerapkan PSBB sesuai dengan hukum yang berlaku.

PSBB dilakukan selama periode inkubasi terpanjang virus Covid-19 atau selama 14 hari dan dapat diperpanjang jika masih ada bukti penyebaran. "Keputusan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan," kata surat itu. (Albar)

__Terbit pada
13 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *