BENTUK ISLAM ISLAM Viralmedia.Fun

title=Dinding

Oleh: Abdullah Mahmud

Satu atau sekelompok pasukan genap, jika Anda berada di benteng akan merasa aman. Dalam pertempuran, musuh akan menargetkan benteng. Pertempuran modern sekarang mulai meninggalkan senjata berat.

Mereka menggunakan senjata biologis, nuklir, dan yang paling berbahaya adalah senjata pemikiran dan kemurtadan, demikian mereka menyebutnya mencuci otak cuci otak alias. Jika bahasa Islam disebut syubhat. Keraguan ini lebih berbahaya daripada nafsu, baik senjata iblis manusia dan jin,

وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا شيطين الانس والجن يوحي بعضهم الى بعض زخرف القول غرورا ولو شاء رب وانا

"Dan dengan demikian untuk setiap nabi Kami membuat musuh yang terdiri dari setan dan jin manusia, beberapa dari mereka membisikkan kata-kata indah lainnya sebagai tipuan. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu saja mereka tidak akan melakukannya, maka biarkan mereka dengan apa (kebohongan) mereka menemukan, "(Surat al-An & # 39; am (6): 112).

كالذين من قبلكم كانوا اشد منكم قوة واكثر اموالا واولادا فاستمتعوا بخلاقهم فاستمتعتم بخلاقكم كما استمتع الذين من قبلكم بخلاقهم وخضتم كالذي خاضوا اولىك حبطت اعمالهم فى الدنيا والاخرة واولىك هم الخسرون

"(Kondisi Anda adalah orang-orang munafik dan penyembah berhala) seperti orang-orang sebelum Anda, mereka lebih kuat dari Anda, dan lebih banyak kekayaan dan anak-anak mereka. Kemudian mereka menikmati bagian mereka, dan Anda telah menikmati bagian Anda sebagai orang-orang yang sebelum Anda menikmati bagian mereka, dan Anda berbicara (hal-hal batil) ketika mereka berbicara. Mereka sia-sia dari perbuatannya di dunia dan di akhirat. Inilah orang-orang yang kalah, "(Surat At-Taubah (9): 69).

Baca juga:

HARAPAN KEPADA ALLAH

TAKUT KEPADA ALLAH

CINTA TUHAN

Jika perlawanan fisik, orang merasakan sakit sehingga dia pasti akan membalas, setidaknya berkelahi. Tetapi jika itu beracun, terima kasih Tuhan, dia terbuka tetapi hanya menikmatinya. Lihatlah berapa banyak orang yang telah dicuci otak dengan materialisme dan kapitalisme sehingga anak-anak mereka sibuk pergi ke sekolah untuk tujuan duniawi.

Betapa bahagianya, bahkan bangga pada orang tua jika anak-anak mereka pandai matematika, fisika, kimia meskipun dia tidak bisa membaca Alquran, doanya dilubangi dan sebagainya.

Berapa banyak wanita yang telah baligh menanggalkan jilbab mereka untuk trendy kebarat-baratan.

Berapa banyak Muslim yang terlibat dengan kolam riba baik hanya. Itu sedikit problematis umat sebagai fenomena menurunnya nilai-nilai agama. Tetapi mereka tidak sadar bahwa kepercayaan mereka dirongrong atas nama modernisme.

Untuk membentengi yang kebesaran, 5 hal harus menurut Imam Assafarini dalam buku "Ghidza-ul Albaab" untuk membangunkan agamanya:

Pertama, bangunlah benteng iman,

انما المؤمنون الذين اذا ذكر الله وجلت قلوبهم واذا تليت عليهم ايته زادتهم ايمانا وعلى ربهم يتوكلون (2) الذين يقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون (3) اولىك هم المؤمنون حقا لهم درجت عند ربهم ومغفرة ورزق كريم (4)

"Sesungguhnya, orang-orang yang beriman adalah mereka yang, ketika disebut nama Allah, gemetar di dalam hati mereka, dan ketika ayat-ayat mereka dibacakan kepada mereka, iman mereka meningkat (kekuatan) dan hanya kepada Allah mereka menaruh kepercayaan mereka, (yaitu) mereka yang melakukan sholat dan yang menghabiskan sebagian dari kekayaan yang kita berikan kepada mereka. Inilah orang-orang yang benar-benar percaya. Mereka akan mendapatkan gelar (tinggi) di sisi Tuhan mereka dan pengampunan dan rezeki (berkah) mulia, "(Surat) Al-Anfal (8): 2-4).

Karena terbuat dari emas dan akan menjadi sasaran utama bagi musuh untuk direnggut dari kemurtadan. Iman inilah yang melahirkan mukjizat yang tidak bisa ditembus oleh kekayaan dan teknologi. Karena itu, 84 surat Makkiyyah turun sebagai pegangan yang kuat.

Kedua, benteng ketulusan yang membuat umat Islam akan selalu terhubung dengan Tuhan,

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصََََُِّّّؤُْؤَََََََُْؤَََََََََََََََََْ

"Padahal mereka hanya diperintahkan untuk menyembah Allah dengan rela menaati-Nya semata-mata karena (mempraktikkan) agama, dan juga untuk melaksanakan sholat dan melakukan sedekah; dan itu adalah agama yang benar," (Surat al-Bayyinah (98): 5) .

Benteng ini terbuat dari perak. Setan berusaha untuk mencuri kekayaan ini sehingga umat Islam memudar dan riya & # 39 ;.

Ketiga, melaksanakan kewajiban agama baik perintah yang harus dijalankan maupun larangan yang harus ditinggalkan dan terkait dengan hablum minallah dan hablum minannaas (vertikal dan horizontal),

ثُمَّ جَعَلْنٰكَ عَلٰى شَرِيْعَةٍ مِّنَ الْاَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَ الَّذِيْنَ لَ ََََََََََََََََ

"Maka Kami suruh kamu (Muhammad) mengikuti syari'ah (aturan) agama itu, lalu mengikuti (syari'ah itu) dan tidak mengikuti keinginan orang-orang yang tidak tahu," (Surat Al- Jatsiyah (45): 18).

Ini adalah benteng besi. Pada titik ini, pertahanan jiwa Muslim menjadi semakin sulit ditembus oleh iblis pemikiran (pemikiran Setan).

Keempat, benteng batu yang sedang melaksanakan Sunnah Nabi ﷺ,

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنوَََّّْْْْْْْْْْْْْْْْْ

"Katakanlah (Muhammad)," Jika kamu mencintai Allah, ikuti aku, pasti Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. "Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," (Surah Ali ‘Imran (3): 31).

وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ُُُُِّّْْْْْْْْٰٰاِنَّ الُُُُِّّْْْْْْْْٰٰ

"Apa yang diberikan rasul kepadamu, terimalah. Tinggalkan apa yang dilarangnya. Dan takutlah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras dalam hukuman," (Surat al-Hashr (59): 7).

Mengikuti Nabi ﷺ adalah keselamatan,

«كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى! Jawaban: وَمَنْ يَأْبَى ياَ رَسُولَ اللهِ؟! Ulasan: Bahasa lainnya, Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu

"Semua umatku akan pergi ke surga, kecuali mereka yang enggan." Teman bertanya; Siapa yang enggan, wahai Rasulullah? Dia menjawab: "Siapa pun yang menaatiku maka dia yang akan pergi ke surga. Tetapi siapa pun yang melanggar aku, dialah yang enggan," (HR. Al-Bukhari).

Dalam kehidupan ini sering orang mengalami jiwanya naik dan turun (tidak kuncitara ya, hehe). Saat jiwanya kembali turun disebut dalam istilah agama futur (Ada penurunan semangat keagamaan) maka arahan Nabi ﷺ untuk berpegang teguh pada sunnahnya agar aman.

«لِكُلِّ عملٍ شِرَّةٌ ، ولِكُلِّ شرَّةٍ فَترةٌ ، فمن كانَت فَترتُهُ إلى سنَّتي ، فَقد اه،تَدِ إَرESSESS

"Setiap tindakan memiliki antusiasme dan kadang-kadang turun. Ketika sekali lagi turun ke sunnah saya, maka dia selamat. Tetapi jika dia cenderung kepada orang lain, dia hancur," (HR. Ahmad. Saheeh).

Kelima, benteng tanah itu bermoral (berbeda dengan moral, terutama sopan santun). Moral berasal dari asal usul khulk. Khulk adalah ciptaan manusia zahir dan moralitas itu mencerminkan kepribadian manusia itu. Jadi kami diajari doa:

«اللهُمَّ كمَا حسَّنْتَ خلْقِي فحَسِّنْ خُلُقِي»

"Ya Tuhan, karena Engkau telah menjadikan ciptaanku baik, begitu bagus watakku," (HR. Ibn Hibban dan Thabrani. Saheeh).

Jangan salah, ini sebenarnya cerminan dari empat hal di atas. Kata Nabi ﷺ:

«إنَّما بعثتُ لأتمِّمَ مَكارِمَ الأخلاقِ»

"Sebenarnya, saya diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia," (HR. Ahmad. Saheeh).

Mereka adalah lima benteng yang harus dimiliki oleh umat Islam untuk menjadi kuat dalam roh. Frasa lagu Indonesia Raya harus merujuk padanya,

Bangun jiwanya

Bangun tubuh

Karena tubuh sangat bergantung pada jiwa. Salah satunya adalah prinsip "Mens there in corpore sano", dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang sehat. Banyak koruptor memiliki tubuh yang sehat tetapi jiwa mereka sakit. Itulah kerusakan moral yang terjadi di masyarakat kita.

Itu benar, dalam jiwa yang sehat ada tubuh yang sehat. Semoga kita sehat secara rohani dan fisik jauh dari COVID-19. Amin

__Terbit pada
19 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *