Bebas karena Asimilasi, Dua Tahanan Kembali Diculik di Surabaya


Viralmedia.Fun – Dua tahanan dari Surabaya yang baru saja dibebaskan karena program asimilasi dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, ditangkap lagi oleh polisi setelah melakukan kejahatan.

Yayan Dwi Kharismawan (23) dan Moch Bachri (25) yang baru saja dibebaskan dari Lapongan Lapongan dijebloskan ke penjara setelah ketahuan menyambar.

Kepala Unit Investigasi Kriminal Tegalsari, Iptu I Made, mengatakan, kejadian itu bermula ketika korban Dwi Yatiningsih (47) menyeberang Jalan Raya Darmo. Kemudian, dua tersangka bersama dua teman lainnya memotong korban dan mengambil tasnya, pukul 04.30 Waktu Indonesia Barat, Kamis (9/4).

"Tas korban kemudian disita dan dilemparkan ke seorang tersangka yang sedang mengendarai. Kemudian temannya melarikan diri ke selatan," kata I Made, ketika dikonfirmasi, Sabtu (11/4).

Seperti diketahui, Kemenkumham baru saja membebaskan 36.554 tahanan melalui program asimilasi mengenai virus korona (Covid-19). Tapi itu sebenarnya disalahgunakan oleh kedua pelaku.

Saat kejadian, kata Made, polisi dan warga di sekitar kawasan langsung dikejar. Bachri dan Yayan ditangkap. Mereka kemudian dibawa ke Kantor Polisi Tegalsari.

"Polisi dan warga yang tahu berhasil menangkap dua tersangka. Sementara dua lainnya masih dalam pencarian," katanya.

"Kedua pelaku adalah residivis yang baru keluar pada 3 April 2020. Dia terakhir dari Lapongan Lamongan. Kasusnya sama," katanya.

Saat ditangkap, keduanya, kata Made, punya peluang untuk melawan petugas. Akibatnya, dua timah panas bersarang di kaki mereka. Sekarang mereka diancam dengan Pasal 365 KUHP dengan hukuman penjara maksimum 12 tahun. (frd / ain / cnnindonesia / artikel asli)

__Terbit pada
12 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *