Batasan Operasional di 12 Bandara

JAKARTA, bisniswisata.co.id;
Upaya pencegahan DUKUNGAN
penyebaran COVID-19, PT Angkasa Pura II
(Persero) melakukan penyesuaian jam operasional di 12 bandara. Bandara
itu adalah Kertajati (Majalengka), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir
(Pangkalpinang), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh),
Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan
Mahmud Badaruddin II (Palembang), Radin Inten II (Lampung), Supadio
(Pontianak), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Banyuwangi,

"Jam operasinya jam 12
bandara dipersingkat, bandara juga tetap terbuka jika ada pesawat yang dipaksa
mendarat di luar jam operasional bandara. Juga siaga jika ada penerbangan
terkait dengan penerbangan medis dan logistik terutama yang mengangkut sampel bahan infeksi COVID-19, "jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II
Muhammad Awaluddin

Kebijakan ini telah
mendapatkan persetujuan dari regulator dengan menerbitkan Pemberitahuan kepada Penerbang
terkait dengan jam operasional untuk setiap bandara. Selanjutnya, Muhammad
Awaluddin mengatakan, jam operasional yang pendek dapat mempertahankan aspek
kesehatan penumpang dan personel bandara.

"Dalam masa tantangan
karena wabah COVID-19 yang paling penting adalah kesehatan dan
keselamatan traveler serta personel bandara. Kami telah melakukan penyesuaian
pola operasional dan menyesuaikan jam operasional untuk memungkinkan
konsepnya diterapkan bekerja dari rumah
dan jarak fisik untuk personel
operasional di bandara, "jelas Muhammad Awaluddin.

Berikut ini adalah jam operasi
terbaru di 12 bandara yang berlaku dalam periode tertentu:

1. Sultan Mahmud Badaruddin
II (Palembang)

Pemberitahuan yang Tepat untuk Penerbang
(NOTAM) B0859 / 20, jam operasional menjadi 06.00-18.00 WIB pada 11-30 April
2020, dari sebelum 05.00-24.00 WIB

2. Radin Inten II (Lampung)

Sesuai NOTAM CO413 / 20, jam
operasional menjadi 10.00-20.00 WIB pada 10-30 April 2020, dari sebelumnya
06.00-21.00 WIB

3. Supadio (Pontianak)

Sesuai NOTAM B0861 / 20, jam
operasional menjadi 06.00-18.30 WIB pada tanggal 10 April – 29 Mei 2020, dari
sebelumnya 06.00-24.00 WIB

4. Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)

Sesuai NOTAM B0885 / 20, jam
operasional menjadi 06.00-16.00 WIB pada 10-30 April 2020, dari sebelumnya
06.00-24.00 WIB

5. Banyuwangi

Menurut Notam B0865 / 20, jam
operasional menjadi 06.00-16.00 WIB pada 10-30 April 2020, dari sebelumnya
06.00-18.00 WIB

6. Kertajati (Majalengka)

Pemberitahuan yang Tepat untuk Penerbang
(NOTAM) A0913 / 20, jam operasional menjadi 06.00-17.00 WIB pada 2 April-30 April
2020, dari sebelum 6:00 hingga 19:00 WIB

7. Sultan Thaha (Jambi)

Sesuai NOTAM C0409 / 20, jam
operasional menjadi 06.00-19.00 WIB pada 8-30 April 2020 dari sebelumnya
06.00-21.00 WIB.

8. Depati Amir
(Pangkalpinang)

Sesuai NOTAM B0846 / 20, jam
operasional menjadi 08.00-17.00 WIB pada 8-21 April 2020 dari sebelumnya
06.00-21.00 WIB

9. Fatmawati Soekarno
(Bengkulu)

Sesuai NOTAM C0408 / 20, jam
operasional menjadi 07.00-17.00 WIB pada 7-30 April 2020 dari sebelumnya
06.00-21.00 WIB

10. Sultan Iskandar Muda
(Aceh)

Sesuai NOTAM A0937, jam
operasional menjadi 08.00-18.00 WIB pada 5-15 April 2020, dari sebelumnya
06.00-22.00 WIB

11. Tjilik Riwut
(Palangkaraya)

Sesuai NOTAM C0410 / 20, jam
operasional menjadi 05.00-18.00 WIB pada 10 April – 11 Mei 2020 dari sebelumnya
05.00-20.30 WIB

12. Raja Haji Fisabilillah
(Tanjung Pinang)

Sesuai dengan Notam B0854 / 20, jam
operasional menjadi 07.00-18.00 WIB pada 9-30 April 2020 dari sebelumnya
07.00-19.00 WIB

Sementara tujuh (7) bandara PT Angkasa Pura II masih beroperasi dengan jam operasional normal dengan melihat perkembangan terakhir. "Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Kualanamu masih beroperasi 24 jam," lanjut Muhammad Awaluddin.

PT Angkasa Pura II juga menyesuaikan pola operasional di bandara yang dikelola dari operasi normal, memperlambat 0peration, operasi minimum dan mengakhiri operasi. Penentuan pola operasional dilakukan dengan mempertimbangkan tren pergerakan penumpang pesawat dan frekuensi penerbangan di setiap bandara. Kemudian setiap bandara dapat mengoptimalkan fasilitas dan personel di tengah-tengah pandemi global COVID-19.

__Terbit pada
12 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *