Batalkan Niat Mudik Sama dengan Jihad untuk Kemanusiaan

Batalkan

* Zainut Tauhid Sa & # 39; adi. (Foto: dermaga pribadi)

Oleh: Zainut Tawhid Sa & adi, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dan Wakil Ketua MUI

Komunitas harus mematuhi panggilan Pemerintah untuk tidak pulang ke kampung halaman mereka di musim pandemi Covid 19. Semua itu untuk kebaikan bersama, baik untuk diri mereka sendiri dan untuk keselamatan keluarga dan orang lain.

Jakarta telah dinyatakan oleh Pemerintah Provinsi DKI sebagai zona merah, yang berarti bahwa semua orang di wilayah DKI Jakarta berada dalam kategori ODP (Pemantauan Orang Dalam). Sehingga pergerakan harus dipantau untuk memutus rantai distribusi.

Pulang ke kampung halaman dapat mempercepat proses pendistribusian Covid 19, karena ada perpindahan orang dari zona merah ke zona hijau, sehingga dapat membahayakan kehidupan masyarakat.

Nabi Muhammad (SAW) memberi kami saran, "Jika Anda mendengar tentang epidemi yang menyerang suatu negara. Maka jangan kalian masuk. Dan jika Anda berada di daerah itu, jangan keluar untuk lari darinya." (HR. Bukhari & Muslim)

Semua pihak harus memiliki kesadaran yang sama tentang bahaya epidemi Covid 19, dan memiliki tanggung jawab untuk mencegah penyebarannya. Masalah ini tidak hanya ditanggung oleh pemerintah saja, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama.

Nabi memberikan kabar gembira kepada mereka yang ingin bersabar dan tetap tinggal di rumah mereka sebagai imbalan atas martirnya.

"Jadi bukan seorang hamba yang diganggu oleh wabah dan kemudian dia tinggal di desanya dengan sabar dan tahu bahwa tidak ada yang akan terjadi padanya kecuali apa yang ditentukan Allah SWT, baginya hadiah seorang martir." (HR. Bukhari dan Ahmad)

__Terbit pada
22 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *