Bangunan BLK Baleendah Menjadi Tempat Karantina untuk Warga yang Terkena Covid-19

"BLK di Manggahang memenuhi syarat untuk karantina. Kapasitasnya dapat menampung hingga 50 orang, di mana setiap kamar dapat ditempati oleh dua orang. Kemudian lokasinya juga berada di area perumahan, tetapi jauh dari rumah orang, "kata Yudi Abdurahman.

Viralmedia.Fun | BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung (Pemkab) menjadikan Gedung Pusat Pelatihan Kerja (BLK) di Desa Manggahang, Kabupaten Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai tempat karantina bagi warga yang diduga terkena virus korona (Covid-19) di desa tersebut. daerah. Penggunaan BLK sebagai tempat isolasi karena dianggap cukup untuk memenuhi persyaratan.

Juru bicara satuan tugas Covid-19 Kabupaten Bandung, Yudi Abdurahman, mengatakan perlunya karantina untuk mengisolasi warga yang diduga terkena virus korona pada saat ini dapat dikatakan mendesak. Menimbang bahwa rumah sakit rujukan saat ini cukup sibuk dan sibuk. Maka kebutuhan akan isolasi di Kabupaten Bandung tidak terhindarkan.

"BLK di Manggahang memenuhi syarat untuk karantina. Kapasitasnya dapat menampung hingga 50 orang, di mana setiap kamar dapat ditempati oleh dua orang. Kemudian lokasinya juga meskipun berada di area perumahan, tetapi jauh dari orang-orang & # 39; Rumah, "kata Yudi saat dihubungi melalui layanan hotline telepon untuk kelompok penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2020)

Yudi mengatakan, di kompleks BLK ini juga terdapat berbagai fasilitas pendukung untuk dijadikan tempat karantina. Diantaranya pantry, tempat ibadah, ladang dan lainnya.

Kemudian, lanjut Yudi, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang direkrut oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan ditugaskan ke tempat karantina ini ada satu dokter, satu perawat, dua ahli gizi, seorang petugas kebersihan dan seorang petugas keamanan.

"Sejak hari Selasa sudah dioperasikan. Sekarang ada dua orang tanpa gejala (OTG) yang sedang menjalani isolasi di tempat itu. Mereka diisolasi karena walaupun mereka tidak merasakan apa-apa, hasil tes cepat menunjukkan adanya virus. Tetapi semoga kedua orang ini negatif dan orang yang harus dikarantina di tempat ini tidak bertambah lagi, "katanya.

Dia mengungkapkan, hingga Rabu (15/4/2020) di Kabupaten Bandung terdapat 1.219 orang dalam pemantauan (ODP), kemudian pasien dalam pemantauan (PDP) sebanyak 120 orang, di mana 20 orang dinyatakan positif, 69 orang sudah selesai pemantauan dan 31 orang masih di bawah pengawasan. Sementara jumlah korban meninggal sebanyak dua orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak dua orang.

"Untuk rumah sakit rujukan untuk penanganan virus korona, ada Rumah Sakit Rotisulu Bandung, RSHS Bandung, Rumah Sakit Al Ihsan Baleendah dan Rumah Sakit Dustira Cimahi. Sedangkan untuk Rumah Sakit Regional Soreang dan Rumah Sakit Regional Majalaya hanya sebagai tempat untuk perawatan awal pasien." pengobatan virus korona, itu harus dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk, karena penanganan dan peralatannya istimewa, "jelasnya. ***

__Terbit pada
17 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *