Bandung Raya PSBB Diterapkan, Seperti Atmosfer Terminal Cicaheum Ini

Layanan transportasi AKDP telah menurun secara signifikan. Jika normalnya ada 165 hingga 170 kendaraan per hari, saat ini hanya tersisa 3 hingga 6 kendaraan.


| BANDUNG- Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Bandung Raya dan setelah larangan pulang sebagaimana diatur dalam Permenhub No. 25 tahun 2020 tentang Kontrol Transportasi selama Idul Fitri 1441 H Musim Mudik untuk mencegah penyebaran virus korona, kegiatan Terminal Cicaheum, Kota Bandung sepi.

Kepala Terminal Cicaheum, Roni Hermanto mengatakan, saat ini belum ada layanan transportasi Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Sementara layanan antar kota dalam provinsi (AKDP) menurun.

"Sejak (larangan mudik) mulai berlaku 24 April, di Cicaheum tidak ada AKAP operasional," kata Roni ketika Siaran di Radio 107.5 Saluran Berita PRFM, Senin (27/4/2020).

Roni menambahkan, layanan transportasi AKDP mengalami penurunan yang signifikan. Jika normalnya ada 165 hingga 170 kendaraan per hari, saat ini hanya tersisa 3 hingga 6 kendaraan.

"AKDP dari dulu sudah berkurang, paling banyak 3 hingga 6 unit per hari," kata Roni.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk PO Bus yang masih melayani transportasi, diharuskan menerapkan standar protokol kesehatan.

Sebelum memasuki terminal, bus disemprot dengan desinfektan, kru bus dan penumpangnya diperiksa suhu tubuhnya, diharuskan memakai masker, dan diminta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

__Terbit pada
27 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *