Asimilasi Tahanan Kerumunan Ditangkap karena Bertindak Lagi, Inilah Daftarnya


Ilustrasi: Direktorat Investigasi Kriminal di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangkap tiga pelaku kasus pencurian dengan pemberat (curat) di Kabupaten Kubu Raya, salah satunya adalah tahanan asimilasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA di Pontianak, 6 April 2020 lalu. (Khusus / Antara)


Viralmedia.Fun – Kepala Biro Informasi Kepolisian Nasional Brigadir Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa Polisi Nasional sekali lagi menangkap seorang tahanan yang berasimilasi yang bertindak sehingga total 28 orang telah ditangkap.

Brigjen Argo mengatakan di Jakarta pada Selasa (21/4/2020) bahwa mereka ditangkap karena kembali ke kejahatan setelah dibebaskan melalui asimilasi dan integrasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Berikut adalah beberapa narapidana yang melakukan kejahatan lagi. Total 28 (orang). Saya kira ini hampir semuanya ya," katanya seperti dilansir Antara, Rabu (22/4/2020).

Kejahatan yang telah mereka lakukan, katanya, termasuk tindakan kriminal pencurian dengan menimbang (mencuri), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (dicuri) dan pelecehan seksual.

Argo mengatakan Polisi Nasional telah membentuk Satuan Tugas Anti-Begal dan Satuan Tugas Anti-Thug untuk mengantisipasi kejahatan yang terjadi selama pandemi COVID-19. Gugus tugas ini dipimpin langsung oleh direktur detektif kriminal umum di setiap polisi daerah.

"Polisi Nasional telah membentuk gugus tugas pengemis dan penjahat yang akan dilakukan oleh masing-masing kepala polisi daerah yang dipimpin oleh direktur detektif kriminal umum," katanya.

Dia menjelaskan bahwa 28 kasus residivis yang sedang bertindak juga sedang ditangani oleh beberapa petugas polisi daerah dengan rincian sebagai berikut:


  1. Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangani delapan tersangka dengan kasus penipuan, kepalsuan, penipuan dan pelecehan sebagai ***
  2. Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menangani tiga tersangka dengan kasus penipuan
  3. Kepolisian Daerah Jawa Timur menangani dua tersangka dengan kasus penipuan
  4. Polisi Daerah Banten menangani satu tersangka dengan kasus pencurian
  5. Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menangani dua tersangka dalam kasus pencurian dan penipuan
  6. Kepolisian Daerah Metro Jaya menangani satu tersangka dengan kasus curian
  7. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menangani dua tersangka dalam kasus pencurian dan penipuan
  8. Kepolisian Daerah Kaltara menangani tiga tersangka dalam kasus pencurian, pencurian dan penipuan
  9. Polisi Daerah Sulawesi Tengah menangani satu tersangka dengan kasus pencurian
  10. Polisi Daerah NTT menangani satu tersangka dalam kasus penganiayaan
  11. Polisi Daerah Sumatera Utara menangani empat tersangka dengan kasus pencurian dan pencurian.


suaracom / artikelasli

__Terbit pada
22 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *