Apa Perbedaan antara Setan, Jin dan Setan? Penjelasan Sempurna Quraish Shihab ini | Viralmedia.Fun

title=images

Jakarta, Viralmedia.Fun – Dalam Islam semua orang percaya harus percaya pada sesuatu yang tidak terlihat. Banyak di alam semesta ini adalah supranatural. Setan adalah makhluk supernatural, tidak terlihat. Dan umumnya kita sering mendengar istilah iblis, jin dan iblis.

Jadi apa perbedaan antara jin, iblis dan iblis. Apakah ketiganya sama atau berbeda? Untuk menjawab pertanyaan itu, Direktur Pusat Studi Al-Qurâ € ™ an (PSQ) Prof. Quraish Shihab mengatakan ada perbedaan antara jin, iblis dan iblis. Menurutnya, iblis adalah jin terburuk di alam semesta.

"Jin jahat teratas adalah iblis. Dia hanya satu jumlahnya. Umurnya panjang sampai kiamat," Quraish dikutip mengatakan oleh Viralmedia.Fun dalam akun Najwa Shihab di Youtube, dalam program Shihab & Shihab dengan tema Setan dan Setan, Minggu (26/4/2020).

Ketika merayu Adam dan Hawa di surga itu adalah jin yang disebut iblis. Kata Quraish, ia disebut iblis karena memiliki sifat sombong dan sombong. Atau bisa juga disebut iblis karena ia berkecil hati dari rahmat Tuhan.

"Karena dia menolak sujud, dan dia diusir dari Tuhan, jadi dia putus asa karena rahmat Tuhan," jelasnya.

Ada juga setan, kata Quraish, adalah mereka yang tidak mematuhi perintah Allah dan selalu mengundang perbedaan pendapat. Setan memiliki dua bentuk, iblis dalam bentuk jin dan iblis dalam bentuk manusia.

"Ada orang jahat yang mengundang kejahatan. Ada orang jahat yang tidak mengarah pada kejahatan. Orang yang jahat dan mengundang kejahatan disebut Setan," kata Quraish.

"Jika dia jahat, tetapi dia belum mengundang kejahatan, dia disebut Setan," tambahnya.

Sedangkan jin adalah jenis makhluk Allah Subhanahu wa Ta yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan tipe manusia atau malaikat. Jin, dibuat dari bahan dasar api. Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua cara:

Pertama, jin memiliki alasan dan nafsu, sama seperti manusia memiliki akal dan nafsu. Kedua, jin mendapat beban perintah dan larangan syariah, sama seperti Mausia juga mendapat beban perintah dan larangan syariah.

Karena itu, ada jin yang beragama Islam dan ada jin yang kafir. Ada jin baik dan jin jahat. Ada jin yang pandai soal agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan pengikut jin dari kelompok sesat, dan sebagainya.

Quraisy, yang juga ahli dalam komentar, menjelaskan bahwa jin adalah makhluk dan setan adalah sifat. Karena Setan adalah kodrat, ia melekat pada makhluk dan tidak berdiri sendiri. Setan adalah sifat untuk merujuk pada makhluk apa pun yang jahat, tidak taat, tidak taat, suka cacat, suka tidak bermoral, suka melanggar aturan, atau sejenisnya.

Karena itu, dalam presentasinya, Quraisy mengajak umat Islam untuk selalu berdoa agar terhindar dari perlindungan iblis dan setan. Karena ketika Tuhan diusir, iblis berjanji untuk menggoda manusia dari depan, belakang, kanan dan kiri.

"Masih ada dua arah di mana Setan dan Setan tidak dapat menggoda manusia, yaitu naik turun. Jika Anda ingin menghindari godaan Setan, maka berdoalah kepada Tuhan. Atau menyadari kelemahan Anda sebagai manusia, jalankan kewajiban, maka Anda tidak akan tergoda dari iblis, "katanya. (Albar)

__Terbit pada
26 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *