Anggota DPRD DKI Terkejut, Ternyata tidak ada Pusat Karet Tengorin tuna wisma


Beritaterheboh.vom – Anggota DPRD DKI Jakarta Justin Adrian dan Anggara Sastroamidjojo mengunjungi gym Tengsin Karet (GOR), Jakarta Pusat, tempat penampungan tunawisma yang diambil dari jalan-jalan di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Wakil Ketua Fraksi Partai Solidaritas Jakarta (PSI) DPRD DKI Jakarta dan anggota Komisi E DPRD terkejut melihat GOR ditutup dan kosong.

Setelah meminta izin dari petugas keamanan, dua anggota DPRD diizinkan masuk untuk melihat kondisi di GOR. Menurut pejabat keamanan, semua tunawisma yang sebelumnya dibawa ke sana telah dikirim pulang setelah diundang untuk mengobrol dengan Gubernur Anies Baswedan dan diberi paket makanan.

Dua lantai GOR yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penampungan tunawisma terlihat kosong dan bersih. Hanya tempat tidur lipat yang tersisa malam sebelumnya.
Justin meminta Anies untuk membuat program komprehensif dalam membantu orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal, termasuk juga memikirkan kebutuhan mereka saat tinggal di GOR.

"Jangan karena viral di media kemudian menanggapi Anies dengan cara serimonial, tetapi setelah Pak Anies pergi, mereka kembali ke jalan-jalan karena mereka tidak dilengkapi dengan kebutuhan dasar mereka," kata Justin kepada wartawan, Minggu (26/4). .

Setelah GOR, Justin bersama rombongan mengecek kondisi di sekitar Tanah Abang. Dia menemukan sejumlah orang tunawisma yang sebelumnya telah dibawa ke Balai Karet Tengsin, kembali ke tempat mereka dulu suka berciuman. Mereka mengkonfirmasi bahwa mereka dibebaskan setelah diberi paket bantuan makanan.

Sebelumnya diberitakan, belasan tunawisma tinggal sementara di GOR Karet Tengsin, Jakarta Pusat. "Sudah ada 55 orang dan dua anak kecil. Kami membawa mereka tadi malam (ke Balai Karet Tengsin)," kata Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu saat dihubungi oleh Liputan6.com, Sabtu (25/4).

Seperti diberitakan, sejumlah warga tidur di teras Tanah Abang karena tidak mampu lagi membayar sewa. Beberapa dari mereka kehilangan pekerjaan serta penghasilan karena wabah virus korona.

Menurut Yassin, puluhan tuna wisma memiliki kartu tanda penduduk (KTP) di luar DKI Jakarta. Mereka adalah warga yang sering datang setiap Ramadan tiba.

"Selama mereka ditempatkan di Balai Karet Tengsin, mereka bisa makan, minum saat sahur atau berbuka puasa. Tidak ada yang kelaparan," katanya. (mdk / cob / merdeka.com / artikeasli)

__Terbit pada
27 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *