Ada Orang yang Mengaku Covid-19 Relawan dari Sinjai Meminta Transportasi Uang, Pro Makassar Membuat Marah

Makassar, ViralMedia.Fun.com – Senin (27/4/2020) siang sekitar pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat, seorang ibu lanjut usia dari Kabupaten Sinjai bernama A. Hawiah (64) didekati oleh seorang pria atas nama dirinya sebagai salah satu dari Tim Relawan Covid-19 Relawan dari Kabupaten Sinjai.

Di depan A. Hawiah, pria itu mengakui bahwa ia dikirim secara khusus oleh Bupati Sinjai untuk mengumpulkan data tentang penduduk dari Sinjai yang tinggal di Makassar dan terkena dampak pandemi co-19.

Setelah mengumpulkan data dengan meminta identitas, orang tersebut kemudian meminta uang transportasi dari A. Hawiah.

A. Hawiah seorang janda tua yang tinggal bersama kedua anaknya hanya bekerja sebagai guru Al-Quran di rumahnya. Selain itu, ia hanya menjual keripik dan makanan ringan di toko kecilnya.

A. Hawiah yang tinggal di jalan Naja Dg.Nai lr.3 Kecamatan Tallo, kota Rappokalling Makassar akhirnya memberikan uang transportasi kepada orang yang mengklaim bahwa tim relawan yang bersama-19 dari Sinjai adalah.

Selain itu, tentang A. Hawiah bernama Dg.Kebo (67) juga menyerahkan uang transportasi kepada lelaki itu.

Merasa ditipu oleh seorang lelaki yang mengklaim bahwa Tim Relawan Sinjai Covid-19, A. Hawiah kemudian mencari informasi dan mengeluh tentang hal ini kepada aktivis Institut Investigasi Edukatif Kota (DPD) Pro-Archipelago yang bernama Andi Tenri .

"Seseorang datang ke rumah saya untuk meminta dokumen atau identifikasi saya dan dia mengatakan dia adalah salah satu dari 19 sukarelawan sukarelawan yang dikirim oleh Bupati Sinjai untuk mengumpulkan warga Sinjai yang tinggal di kota Makassar untuk diberikan bantuan sosial dalam bentuk makanan dan uang, "cerita A. Hawiah di depan Andi Tenri, Senin (27/4/2020).

Alasan A. Hawiah bersama dengan Dg.Kebo memberikan uang transportasi kepada pria itu karena dia dijanjikan makanan dan bantuan uang tunai dari pemerintah kabupaten Sinjai. Selain itu, uang transportasi juga akan dikembalikan ketika lelaki yang datang bertanggung jawab atas bantuan.

"Orang itu juga meminta uang kepada saya dan tetangga saya atas nama Dg.Kebo dengan jumlah Rp. 60.000, dengan alasan biaya transportasi, dan dia berjanji untuk mengembalikan uang itu jika dia datang untuk membawa bantuan, tetapi saya hanya memberinya Rp30.000 karena hanya uang saya dan tetangga saya Dg.Kebo memberinya Rp.50.000, "lanjutnya.

Pada saat itu, A. Hawai telah meminta identitas pria itu tetapi dia beralasan bahwa dia lupa akan hal itu.

"Lalu saya meminta identitas dan nama orang tersebut, tetapi dia enggan menyebutkannya dan alasannya adalah dia lupa membawanya," jelas A. Hawiah.

Namun, A. Hawiah mengatakan bahwa pria yang mengklaim tim relawan Covid-19 dari Sinjai memiliki karakteristik kulit yang tinggi, tipis, putih dengan rambut hitam lurus.

Setelah mendengarkan keluhan A. Hawai, Panitia Pelaksana Pro DPD Makassar Andi Tenri tampak marah dan akan berusaha mencari tahu pria yang mengaku sebagai rekan tim sukarelawan dari Sinjai.

Andi Tenri bahkan telah berkoordinasi dengan manajemen Pro Lidik di Kabupaten Sinjai untuk mencari informasi tentang orang yang mengaku berasal dari Tim Relawan Covid-19.

"Bagaimana mungkin tidak ada dana transportasi untuk Tim Relawan Covid-19, realokasi ABPD ke miliaran rupiah ketika tidak ada uang transportasi. Harapan saya adalah bahwa pemerintah dan LSM Lidik Pro akan dapat menemukan orang itu dengan karakteristik yang disebutkan oleh A. Hawiah, "harapnya.

Selain itu, A.Tenri berkata kepada A. Hawiah, "Itu akan selalu siap untuk menjadi jembatan bagi komunitas kecil yang tidak menerima perlakuan adil, Kami ada untuk mereka, bukan untuk pemerintah, oleh karena itu untuk warga negara terutama mereka yang ada di Makassar, jangan takut untuk mengungkapkan kebenaran, bantu kami mempersempit ruang bagi mereka yang mencoba mengambil keuntungan di tengah pandemi virus 19 yang jelas, kata Andi Tenri.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sinjai telah mencatat jumlah penduduk Sinjai yang berada di kota Makassar

Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan bahwa pengumpulan data dilakukan untuk memastikan bahwa penduduk Sinjai yang berada di Makassar pada saat pelaksanaan PSBB berada dalam kondisi baik.

"Kami telah mencatat jumlah warga Sinjai saat ini di Makassar melalui Kesbangpol, terutama dalam waktu dekat PSBB akan diterapkan di sana dan kami berencana untuk memberikan bantuan makanan kepada mereka," kata Bupati Andi Seto dalam rilisnya, Minggu (19/4/2020) ) kemudian . (* A. Basri)

__Terbit pada
27 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *