Ada Makanan Tersisa di Mulut di Siang Hari, Berbuka Puasa? | Viralmedia.Fun

Viralmedia.Fun – Ada sejumlah pertanyaan terkait puasa Ramadhan. Salah satunya adalah bagaimana jika kita menyikat gigi sebelum sholat subuh, maka pada pagi atau sore hari ternyata masih ada sisa makanan di mulut atau di sela gigi.

Batalkan puasa kita, meskipun di sisi lain kita yakin mulut / gigi kita bersih dengan sikat gigi sebelum subuh?

Mengenai hal ini, Buya Yahya menjawab bahwa ketika kita berpuasa maka kita menemukan sisa makanan di mulut kita yang tidak membatalkan puasa sementara kita tidak menelannya dengan sengaja.

Bahkan jika kita memasukkan makanan ke dalam mulut kita selama kita tidak menelannya, itu tidak membatalkan puasa, itu hanya karena hukumnya kasar. Makruh tidak baik dan bukan dosa dan tidak membatalkan puasa.

Demikian juga, jika kita menyikat gigi dengan pasta gigi, maka keputusannya adalah makruh kecuali kita menyikat gigi tanpa pasta gigi, itu tidak selama kita melakukannya sebelum matahari tergelincir.

Tetapi jika kita menyikat gigi tanpa pasta gigi atau kita menggunakan siwak setelah matahari tergelincir, maka keputusannya akan sesuai dengan sekolah Imam Syafi'i yang dikonfirmasi, tetapi menurut Imam Nawawi itu bukan makruh.

Dikutip dari halaman resmi buyayahya.org, Kamis (30/4/2020) hal-hal lain yang perlu diketahui jika kita melakukan makruh, seperti: memasukkan makanan ke dalam mulut tanpa ditelan (main-main) lalu tiba-tiba tertelan secara tidak sengaja maka membatalkan puasa, karena hal-hal yang makruh adalah sesuatu yang harus kita hindari walaupun tidak berbuka puasa.

Lain halnya jika kita memasukkan air ke dalam mulut karena sesuatu yang sunnah (misalnya, membilas secara alami di wudhu) atau untuk sesuatu yang wajib (seperti membilas untuk memurnikan najis di mulut) sehingga jika tiba-tiba menelan tidak sengaja maka tidak batalkan puasa.

Yang ditanyakan adalah sisa makanan di mulut, memang benar tidak membatalkan selama tidak ditelan dan selama kita membersihkan mulut bahkan dengan air liur, itu tidak membahayakan puasa kita karena sesuatu yang sakral bisa menjadi bersih cukup dengan air liur.

Lain halnya jika ada sesuatu di mulut kita yang najis. Misalnya, jika kita secara tidak sengaja menggigit benda yang tidak bersih atau ada darah di mulut kita, itu harus dimurnikan terlebih dahulu dengan air sebelum menelan air liur, karena jika mulut belum dimurnikan dengan air, air liur telah dicampur dengan sesuatu yang najis, jadi jika tertelan akan membatalkan puasa.

Ada yang najis yang dimaafkan di mulut seperti orang yang memiliki gusi tidak sehat yang sering berdarah sehingga hal-hal seperti itu diampuni, artinya mereka tidak berbuka puasa jika tertelan. Berbeda dengan orang yang digigit mulut sehingga darah keluar jadi jika tertelan darah akan membatalkan puasa.

Allah yang tahu yang terbaik, tolong jawab …

__Terbit pada
30 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *