5 Mantan Pemain Tim Muda Juventus yang Bersinar di Klub Lain

Setelah memenangkan 35 gelar Serie A, tentunya semua pesepakbola Italia bermimpi bergabung dengan Juventus. Namun demikian, Nyonya Tua tidak populer dalam kaitannya dengan produksi pemain muda. Persaingan dengan para bintang membuat banyak pemain muda memilih untuk pindah ke klub lain.

Berikut adalah lima kisah sukses dari para pemain yang beruntung ini.


Filippo Romagna

Filippo

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah itu belajar bersama Juventus sejak usia 14 tahun pada 2011. Ia memperkuat semua level umur hingga ia dipromosikan ke tim utama pada Juli 2016. Namun, ia langsung dipinjamkan ke Novara dan kemudian Brescia. Penampilannya bersama Brescia menarik Cagliari, dan membelinya seharga 7,4 juta euro.

Keputusan itu tidak salah, karena di Sardegna Arena ia diberi kesempatan untuk tampil hingga 45 kali dan menjadi cukup reguler di tim utama. Pada musim 2019/20, ia menjalani masa peminjaman bersama Sassuolo, dan tetap menjadi pilihan pertama sebelum mengalami cedera parah pada akhir 2019 lalu. Pada usia 22, potensinya untuk sukses masih cukup besar.


Pol Lirola

Pol

Sosok Spanyol ini sebenarnya adalah produk akademi Espanyol, sebelum pindah ke Juventus U19 pada Januari 2015. Dia hanya mendapat promosi ke tim senior Juve pada Juli 2016. Namun, dengan Dani Alves di posisi yang sama dengan bek kanan, Lirola langsung dipinjamkan ke Sassuolo selama dua musim.

Penampilannya yang apik selama masa peminjaman, membuat Sassuolo menjadi pemain permanen pada Januari 2018 dengan nilai tujuh juta euro. Dia diminta sebagai bek kanan reguler tim dan telah tampil dalam 93 pertandingan. Sekarang, pemain berusia 22 tahun itu dipinjamkan ke Fiorentina, yang telah setuju untuk membelinya pada akhir musim 2019/20.


Hordur Magnusson

Hordur

Satu-satunya nama dalam daftar ini yang tidak lagi bermain di Serie A Italia, Magnusson muda bergabung dari klub Islandia, Fram Reykjavik ke Juventus U19 pada Juli 2012 dan bermain di sana hingga Juli 2013. Ia bermain sebagai bek tengah dan memiliki tinggi badan tinggi ( 190 cm), itu tidak cukup untuk mendapatkan Magnusson untuk mengamankan promosi ke tim senior.

Alih-alih promosi, ia langsung dipinjamkan ke klub Serie B, Spezia di musim 2013/14, dan kemudian Cesena di musim 2014/15 hingga 2015/16. Kisah di Italia secara resmi berakhir pada Juli 2016 ketika kubus Championship (kasta kedua Inggris), Bristol City menebusnya dengan 2,1 juta euro.

Setelah 61 pertandingan sebagai andalan Bristol, Magnusson menarik minat raksasa Rusia CSKA Moscow yang membawanya ke Rusia seharga 2,8 juta euro pada Juli 2018. Sekarang di sana, ia telah menjadi sosok yang tak tergantikan dalam pertahanan dan telah muncul dalam 54 pertandingan.


Emil Audero

UC

Salah satu korban dari kompetisi ketat penjaga gawang di Turin, Audero sebenarnya merupakan produk akademi asli Juventus sejak tahun 2008. Ia bermain di semua tingkatan umur sebelum dipromosikan ke tim senior pada bulan Juli 2015. Namun keberadaan kiper legendaris Gianluigi Buffon, menjadikan Audero yang saat itu berusia 18 tahun, hanya mencatat satu penampilan selama periode 2015 hingga 2017.

Alhasil, ia dipinjamkan ke klub Serie B, Venice, pada Juli 2017. Satu musim di sana, ia menjadi idola dengan rekor 39 penampilan. Sayangnya pada musim panas 2018, persaingan di bawah mistar gawang Juventus semakin ketat, Buffon pergi, tetapi datanglah Wojciech Szczesny dan Mattia Perin, yang membuat pemain keturunan Indonesia ini kembali dipinjamkan, kali ini ke Sampdoria.

Bersama Il Sampalah potensi Audero berkembang. Dia segera menjadi pilihan pertama dan muncul dalam 37 pertandingan selama musim 2018/19. Sampdoria tidak berpikir terlalu lama dan mempermanis pemain pada Juli 2019 dengan bayaran 20 juta euro. Bahkan sekarang, posisi pemain berusia 23 tahun itu belum goyah di bawah mistar gawang Sampdoria.


Ciro Immobile

Ciro

Sekarang salah satu penyerang paling mengerikan di Eropa, dan yang terbaik di Italia, yang akan mengira Immobile adalah orang buangan & # 39; produk dari tim pemuda Juventus. Immobile bergabung dengan tim muda Juventus pada 2007, dan dipromosikan menjadi tim senior pada 2010. Sayangnya, dari 2010 hingga 2012 ia hanya mencatat lima penampilan dan dipinjamkan ke tiga klub berbeda, Siena, Grosseto dan Pescara, sebelum disemen oleh Genoa di Juli 2012.

Meskipun penampilannya cenderung normal untuk Genoa, bakatnya hanya terasah dengan baik ketika ia bergabung dengan Torino pada Juli 2013. Satu musim di Stadio Grande Torino membawanya ke status bintang dengan kedudukan 28 gol dari 48 pertandingan. Statistik juga membuatnya diperdagangkan ke Jerman oleh Borussia Dortmund.

Sayangnya, karirnya di Bundesliga tidak optimal, hal serupa terjadi ketika ia bergabung dengan Sevilla dan kemudian Torino. Karier Immobile baru menanjak sejak ia pindah ke Lazio. Sejak Juli 2016 dengan klub ibu kota Italia, Immobile telah mencetak 116 gol dan 32 membantu dari 167 pertandingan. Aksi itu berperan dalam membawa Lazio untuk memperjuangkan gelar Serie A di musim 2019/20.

__Terbit pada
16 April 2020
__Kategori
Berita, Olahraga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *