5 Film Indonesia Terbaik Tentang Perjuangan Perempuan – Rantau News

title=d3351982-16c6-454a-a507-ed229c189d2c_169/

Tepat pada hari ini 21 April adalah hari ulang tahun seorang wanita hebat dan hari jadi RA Kartini yang telah berhasil membuat wanita Indonesia bangkit dan percaya diri untuk mengejar cita-cita mereka. Mungkin tanpa Kartini, wanita Indonesia tidak bisa sesukses sekarang seperti yang mereka inginkan.

Hilangnya diskriminasi terhadap perempuan, membuat Anda sadar bahwa perempuan juga memiliki hak untuk berpikir dan mendapatkan hal-hal baik untuk diri mereka sendiri dan masyarakat.

Namun, menyedihkan bahwa pada hari istimewa ini Anda belum dapat menikmati Hari Kartini secara umum, seperti mengenakan kebaya bersama teman-teman, melihat adik-adik lelaki berpartisipasi dalam peringatan.

Meskipun Anda tidak dapat merayakan seperti yang biasa Anda lakukan, sementara di rumah Anda dapat menonton film tentang perjuangan seorang wanita yang terisolasi.

Film perjuangan perempuan sengaja dibuat untuk menghormati dan meningkatkan pangkat wanita, Anda juga akan tahu betapa hebatnya perempuan Indonesia memperjuangkan hak-hak mereka.

Dikompilasi detikHot, ini adalah film yang direkomendasikan untuk perjuangan perempuan untuk menonton:

1. Kartini (2017)

FilmFilm Kartini Foto: Kartini Resmi

Film yang disutradarai oleh Habung Bramantyo ini diambil dari kisah nyata yang mengisahkan seorang wanita bernama Raden Adjeng Kartini yang mempromosikan emansipasi di tengah-tengah budaya patriarki.

RA Kartini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108, 2 Mei 1964.

Dian Sasto berhasil memerankan karakter Kartini dengan sangat baik. Film ini juga telah diputar di markas besar PBB, di Amerika Serikat.

2. Tiga Pahlawan (2016)

33 Foto Heroine: 3 Heroine

Film yang mengisahkan perjuangan perempuan Indonesia itu diperankan oleh Bunga Citra Lestari, Tara Basro dan Chelsea Islan yang berperan sebagai atlet panah.

Film ini, disutradarai oleh Iman Brotoseno, diatur pada tahun 1988, tahun di mana dunia olahraga mempersiapkan partisipasinya dalam Olimpiade ke-24 di Seoul, Korea Selatan.

Banyak masalah yang terjadi pada ketiga wanita ini, tetapi mereka tidak berkecil hati untuk mengejar cita-cita dan membuat Indonesia bangga. Hingga akhirnya, mereka memenangkan medali pertama di Olimpiade.

3. Sokola Rimba (2013)

YohanaYohana Marpaung Guru Anak Hutan di Jambi (dok ist) Foto: Yohana Marpaung Guru Anak Hutan di Jambi (dok ist)

Film, yang disutradarai oleh Riri Riza dan Mira Lesmana, sangat menginspirasi wanita Indonesia, menceritakan kisah Butet Manurung, seorang wanita Batak, yang melanggengkan kehidupannya sebagai seorang aktivis, pelopor, dan aktor pendidikan alternatif untuk komunitas yang terisolasi, dan berada di daerah terpencil.

Butet Manurung dimainkan oleh Prisia Nasution yang sangat cocok dengan perannya. Film ini memenangkan beberapa penghargaan yang memotivasi penemuan Indonesia.

4. Athirah (2016)

AthirahAthirah Foto: Film Athirah / Miles resmi

Film Athirah didasarkan pada novel karya Alberthiene Endah. Athirah juga ibu dari mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, yaitu Jusuf Kalla. Athirah juga seorang ibu rumah tangga yang hebat.

Dalam film ini Athirah mampu menghadapi kenyataan pahit kehidupan, pada saat itu ia harus menemukan cara untuk dapat menjaga harga dirinya agar tidak diinjak-injak, dan menjaga integritas keluarganya.

Film ini juga disutradarai oleh dua wanita hebat yaitu Riri Riza dan Mira Lesmana. Dan menerima penghargaan sebagai Film Terbaik di Festival Film Indonesia pada tahun 2016, dan memenangkan 6 Piala Maya pada tahun 2016, dari 13 nominasi yang diterima.

5. Nyai Ahmad Dahlan (2017)

NyaiFoto Nyai Ahmad Dahlan: Istimewa

Film perjuangan perempuan yang disutradarai oleh Olla Atta Adinara, bercerita tentang kehidupan Siti Walidah, atau lebih dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan, yang merupakan istri pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan.

Bercerita tentang perempuan yang menjadi pelopor gerakan perempuan Indonesia dan menjadi tokoh emansipasi perempuan seperti R. Kartini. Nyai Ahmad Dahlan mendirikan yayasan pelafalan bernama Aisyiyah

__Terbit pada
22 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *